PANGGIL BU KHOFIFAH

0 Просмотры
Издатель
Tugu SBY, Mungkin Lebih Pas?

Panjath H.

Bila kita kerap mempersalahkan orang lain, belum tentu diri kita lebih baik. Bahkan faktanya, oknum yang sering menyoal orang lain, memprihatinkan pihak lain, bisa saja ternyata kondisinya lebih menyedihkan.

Hal itu pula yang tampaknya sedang disoroti publik dari seorang SBY, mantan presiden RI dua periode (2004 - 2014).

Kita semua sudah hapal. Setelah beliau lengser dari kedudukan yang tinggi itu, dia kerap memberikan komentar yang kurang sedap di telinga pemerintah yang menggantikannya. Seolah-olah dia telah melakukan segalanya dengan baik.



Nyatanya, banyak "borok" yang ditinggalkan olehnya, seperti proyek Hambalang yang kini tak jelas nasibnya. Ironis, triliunan rupiah uang rakyat dikuras rezimnya untuk bangunan yang sedianya jadi pusat aktivitas olahraga tersebut. Hasilnya NOL besar.

Bangunan itu kini bagaikan candi yang didirikan pada masa kerajaan pada abad-abad silam. Tidak salah bila orang-orang di masa kini menamainya Candi Hambalang. Mungkin seribu tahun lagi generasi mendatang akan mengenangnya sebagai warisan nan adiluhung dari Prabu Bhambhang Yhudhayhana(?)

Proyek itu tidak sekadar mangkrak. Tapi merugikan negara karena duit yang digelontorkan untuk proyek itu digerogoti tikus-tikus piaraan rezim. Satu per satu tikus itu telah ditangkap dan dikerangkeng hingga beberapa tahun. Tapi seekor lagi tikus masih belum tertangkap.

Orang, kalau selama ini tidak berbuat banyak, memang lebih baik banyak diam. Sebab kalau terlalu banyak buka mulut (baca: nyinyir), itu akan menjadi bumerang yang menyerang dirinya sendiri secara telak. Rasanya pasti menyakitkan.

Menjadi mantan, lebih baik memosisikan diri sebagai bapak bangsa, mitra pemerintah yang berkontribusi positif, sehingga namanya tetap dikenang seharum bunga melati. Tapi ketika memilih untuk menjadi: "kawan bukan, lawan kagak", sungguh tidak baik, bahkan secara tidak sadar justru menampilkan citra diri sebagai plintat-plintut alias plin-plan.

Usai rakyat menyaksikan drama "percobaan kudeta ketum", dunia politik negeri kembali diramaikan oleh proyek pembangunan museum di Pacitan, Jawa Timur. Bangunan megah yang bakal dinamakan Museum SBY-Ani itu disebut-sebut menelan anggaran daerah sebesar Rp 9 miliar.

Narasi Lengkapnya Klik Link :
https://seword.com/umum/tugu-sby-mungkin-lebih-pas-nMmP6Kf1Pg

Bila ada yang ingin disampaikan , anda bisa hubungi beberapa media sosial Kami

TV JURNAL : http://youtube.com/tvjurnalcom
JURNAL RADIO : http://youtube.com/jurnalradio
Facebook: http://www.facebook.com/tvjurnal
Twitter: http://twitter.com/tvjurnal
Instagram : http://instagram.com/tvjurnal
FOLLOW INTAGRAM
https://www.instagram.com/jurnalstore/?hl=id
--------------------------------------------------------------------------
Copyright Disclaimer :
- Under section 107 of the Copyright Act of 1976
- Every Video, Audio, Footage, Image etc in this content under terms of Fair Use, Permitted by Copyright Statute.
- Every Content in this Channel for purpose such as Education, News Report, interpretation etc.
Категория
Музей
Комментариев нет.